Situs Kampung KB dan Pendidikan Indonesia

Selamat datang di situs Kampung KB "Tumbuh Jaya" Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga Lombok Timur NTB. Situs ini berisi 8 pokja Kampung KB seperti Pokja Pendidikan, Keagamaan, Sosial dan Budaya, Ekonomi, Kesehatan Refreduksi, Lingkungan, Perlindungan dan Kasih Sayang. Selain itu juga, berisi tentang administrasi pendidikan seperti Ruang Guru, Materi K13, Aplikasi K13, Program Kerja, Soal Ujian, Artikel Islam, Hiburan dan Katagori yang meliputi pertanian, peternakan dan perikanan. Semoga situs ini bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat menuju Indonesia sejahtera.

Lalu Zohri Raih Perak di Kejuaraan Atletik Asia 2019.

Selamat datang di blog Kampung KB tumbuhh Jaya, pada kesempatan ini kami berbagi artikel tentang Lalu Zohri Raih Perak di Kejuaraan Atletik Asia 2019.

Radar tumbuh Mulia_Nama Lalu Muhammad Zohri kembali menjadi buah bibir tingkat internasional khusunya Indonesia. Sprinter Indonesia ini sukses meraih medali perak pada lari 100 meter di Kejuaraan Atletik Asia 2019 di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Senin (22/4) waktu setempat.


Pelari asal Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat itu menjadi sprinter Indonesia yang kembali menyabet perak setelah 34 tahun lamanya. Pelari Indonesia pertama yang berhasil meraih medali perak adalah Purnomo Yudhi pada Kejuaraan Atletik Asia 1985 di Jakarta.

Purnomo Yudhi saat itu membukukan catatan waktu 10,33 detik. Sedangkan medali emas diraih Zheng Chen dengan catatan waktu 10,28 detik.

Lalu Zohri jauh melampaui catatan Purnomo Yudhi pada 1985 dengan catatan waktu 10,13 detik. Ia juga mampu memperbaiki catatan waktunya dari 10,15 detik di semifinal. Catatannya itu hanya berbeda 0,2 detik dari peraih medali emas, Yoshihide Kiryu asal Jepang yang membukukan 10,10 detik.

Lalu Muhammad Zohri hanya menorehkan catatan waktu 10,20 detik di lari 100 meter Asian Games 2018. (Lalu Muhammad Zohri hanya menorehkan catatan waktu 10,20 detik di lari 100 meter Asian Games 2018.

Lalu Zohri juga mengalahkan sprinter andalan China, Wu Zhiqiang. Selisihnya bahkan cukup jauh yakni 0,5 detik lebih cepat dari Zhiqiang.

Ia memperbaiki catatan waktu terbaiknya saat meraih medali emas di Kejuaraan Atletik Junior Dunia di Tampere, Finlandia, pada 20 Juli 2018. Saat itu Zohri menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 10,18 detik.

Lalu Zohri juga memperbaiki catatan waktunya di lari 100 meter Asian Games 2018 yakni 10,20 detik.

Ia sebelumnya sudah mematahkan rekor nasional yang dipegang Suryo Agung yakni 10,17 detik di SEA Games 2009 di Vientiane. Pelari 18 tahun itu tembus 10,15 detik di peringkat kedua pada fase semifinal.

Rekor Suryo Agung sebagai manusia tercepat Asia Tenggara itu pun hanya bertahan sembilan tahun delapan bulan. 

Suryo Agung juga sebelumnya berhasil memecahkan rekor Mardi Lestari yakni 10,20 detik yang sempat bertahan selama 20 tahun. Pendahulunya itu mencatatkan rekor tersebut pada lari 100 meter di SEA Games 1989 Kuala Lumpur.

Demikian, semoga Lalu Muhammad Zohri terus memberikan prestasi kepada Indonesia.
Share:

No comments:

Post a Comment

Jangan nyepam ya!

Hari/Tanggal

ALIH BAHASA

Daftar Isi