Situs Kampung KB dan Pendidikan Indonesia

Selamat datang di situs Kampung KB "Tumbuh Jaya" Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga Lombok Timur NTB. Situs ini berisi 8 pokja Kampung KB seperti Pokja Pendidikan, Keagamaan, Sosial dan Budaya, Ekonomi, Kesehatan Refreduksi, Lingkungan, Perlindungan dan Kasih Sayang. Selain itu juga, berisi tentang administrasi pendidikan seperti Ruang Guru, Materi K13, Aplikasi K13, Program Kerja, Soal Ujian, Artikel Islam, Hiburan dan Katagori yang meliputi pertanian, peternakan dan perikanan. Semoga situs ini bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat menuju Indonesia sejahtera.
  • Arsip Kampung KB Tumbuh Jaya

    Photo Bersama Pengurus Kampung KB Tumbuh Jaya

  • Lomba Kampung BK

    Dokumentasi penyerahan hadiah juara 1 lomba Kampung KB sekabupaten Lombok Timur di Joben Desa Pesanggarahan kecamatan Montong Gading (Sabtu, 22 Juni 2019).

  • Dokumentasi penyerahan hadiah juara 1 lomba Kampung KB sekabupaten Lombok Timur di Joben Desa Pesanggarahan kecamatan Montong Gading (Sabtu, 22 Juni 2019).

Kultum Ramadhan Tentang Belajar Dari ayam Jantan.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi kultum Ramadhan tentang  Belajar Dari ayam Jantan.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 

Belajar Dari ayam Jantan
Tahukah anda ayam jago? Ayam jago atau ayam jantan itu mempunyai kebiasaan yang unik, kebiasaan ini Allah telah mengilhamkan kepadanya yang bukan merupakan faktor kebetulan saja.

Dari ayam jago ini Allah memberikan pengajaran kepada manusia sesuatu yang sangat berharga dan mulia, sehingga kita akan menjumpai beberapa riwayat hadist yang menyebutkan tentang ayam jantan.

Bicara ayam jago yang ada di benak kita pasti tentang keindahan bentuknya tentang suara kokoknya, tapi jangan berpikiran dengan ayam jantan ini untuk dijadikan ayam aduan karena itu adalah perbuatan yang keji dan kotor.

Tahukah anda kapan ayam jantan itu berkokok ?
Jika anda memiliki ayam jago atau anda tinggal di kampung kampung, anda pasti pernah mendengar suara kokoknya meskipun kamu kadang kala tidak menyadari. Kokok ayam jago itu laksana sebuah alarm yang diset sama pada setiap harinya yang tidak pernah dimatikan atau tidak pernah off.

Bisakah kita menghubungkan kokok ayam jago dengan kebaikan dalam islam terutama masalah shalat? Bener sekali karena Rasulullah bersabda dalam hadis yang sahih bahwa ayam jantan itu memberitahukan tentang waktu shalat.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ صَالِحِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Shalih bin Kaisan dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Zaid bin Khalid ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian mencela ayam jantan, sebab ia membangunkan (orang) untuk shalat." (ABUDAUD - 4437)

Mari Kita Amati Kapan Ayam Jago Mulai Berkokok :
Pertama kita akan mendapati ayam jago itu berkokok pada waktu tengah malam itu menandakan atau memberitahukan bahwa sholat tahajud (qiyamul lail) telah bisa ditunaikan.

Kedua ayam jago berkokok ketika waktu tahajud akan habis atau akan masuk waktu subuh kokoknya waktu itu secara beruntun dengan terus menerus, kemudian jeda sebentar dan berkokok lagi waktu sholat subuh tiba, kemudian jeda kembali dan berkokok  lagi ketika waktu subuh sudah mulai habis mengingatkan terakhir kalinya bagi yang belum bangun untuk shalat subuh.

Ketiga Pernah juga terdengar kokok ayam jago pada antara pukul 7-9 pagi , itu adalah mengingatkan waktu sholat duha.

Keempat ayam jago akan berkokok sewaktu-waktu karena ia melihat malaikat ketika itu, Nabi dalam sebuah hadis bersabda:

حَدَّثَنِي قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهَا رَأَتْ شَيْطَانًا

Telah menceritakan kepadaku Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Laits dari Ja'far bin Rabi'ah dari Al A'raj dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Apabila kamu mendengar kokok ayam jantan, maka mohonlah kemurahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, karena pada saat itu ayam tersebut sedang melihat malaikat.

Sebaliknya, apabila kamu mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari segala kejahatan setan. Karena pada saat itu, keledai tersebut melihat setan." (MUSLIM - 4908)  juga anda bisa Lihat Kitab sahih Tirmidzi (TIRMIDZI - 3381)

Apakah penulis hanya mengait-ngaitkan saja?, tidak di sini bersandar atas perkataan Rasulullah “kokok ayam jantan itu mengingatkan waktu shalat". Apalagi hai itu adalah hal yang baik, masa mau dibilang mengada-ada.

Apa yang dilakukan oleh ayam jantan dengan kokoknya itu dilakukan setiap hari tepat pada waktunya tanpa pernah merasa bosan-bosan dan enggan. Ada beberapa hikmah (Kebaikan dan pelajaran) yang berharga yang bisa kita ambil dari sini :

1.Kita diajarkan sesuatu yang istimewa dalam Islam yaitu disiplin waktu ibadah dan beramal secara Istiqomah oleh Allah melalui perantara makhluk ciptaan-Nya (Ayam jantan). Kenapa hal ini istimewa karena hal ini (istiqomah) adalah yang utama dalam setiap amal manusia.

Sufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah. (Riwayat Muslim)

2.Selain Kokoknya ayam jantan yang memberitahukan waktu salat ada hikmah lain yaitu seperti yang telah diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah bersabda Ayam jantan itu meberitahukan waktu shalat maka siapa memelihara ayam jantan warna putih seseorang akan terjaga dari gangguan setan, menolak datangnya sihir, dan terjaga Dairi tukang ramal.

Ayam jago memang Allah ciptakan mempunyai kelebihan, dan saya kira pasti ada kelebihan-kelebihan terdapat pada makhluk ciptaan Allah yang lain, jadi tidak ada hal mistik tentang ayam jago, adanya ayam jago mengetahui gelagat malaikat itu karena Allah yang mengaruniakan indranya bisa mengetahuinya. Jika ada yang menganggap keramat ayam jago warna putih (sehingga memujanya) itu adalah bentuk kemusyrikan misalnya.


Berpikirlah akan ciptaan Allah dan jangan pernah berpikir tentang zat-Nya Allah. Hal ini adalah benar jika kita ingin mengenali Allah maka banyaklah berpikir dan merenungkan apa-apa yang Allah ciptakan, Insyaallah kita akan banyak menemukan hikmah daripadanya.

Demikian, semoga bermanfaat.
Share:

Kultum Ramadhan Tentang Menjaga Kebersihan.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi Kultum Ramadhan Tentang Menjaga Kebersihan.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 


Menjaga Kebersihan
Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh.

Syukur kepada Allah , serta sholawat untuk junjungan nabi besar Muhammad SAW dan doa untuk seluruh umat muslim yang ada di dunia agar selalu dalam limpahan rohmat Allah SWT tentu harus senantiasa kita haturkan.

Kaum muslimin yang selalu dalam lindungan dan limpahan rohmat Allah SWT. Bagi umat Islam masalah kebersihan merupakan salah satu masalah yang sangat urgen . Kebersihan merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi sebagai salah satu syarat dapat melakukan berbagai kegiatan ibadah. Dalam sebuah hadist juga telah dikatakan bahwa “ kebersihan merupakan salah satu bagian dari Iman “.

Bagi umat Islam kebersihan merupakan salah satu landasan pokok keimanan. Kebersihan dalam pembahasan yang luas bukan hanya sekedar wujud dari lingkungan yang terhindar dari sampah atau bermacam kotoran yang lain.

Kaum Muslimin yang selalu senantiasa di rahmati Allah.

Seorang Imam besar bahkan membagi kebersihan diri pribadi orang Islam itu terdiri dari empat tingkatan yaitu kebersihan jasmani dari segala bentuk kotoran baik itu berupa hadas ataupun juga najis.

Tingkatan yang kedua adalah kebersihan panca indera dari segala bentuk pelanggaran dan juga dosa. Tingkatan yang ketiga adalah kebersihan hati atau qolbu dari segala bentuk akhlak yang tercela dan kebersihan yang terakhir adalah kebersihan rahasia batin atau sir dari selain Allah.

Namun selain kebersihan diri pribadi tersebut yang juga tak kalah penting, kita sebagai orang yang beriman adalah kebersihan lingkungan tempat manusia itu sendiri hidup. Kebersihan tersebut meliputi kebersihan air, kebersihan udara dan juga kebersihan alam sekitar.

Sebagai seorang muslim tentunya kita paham betul bagaimana ajaran agama kita untuk selalu menjaga dan juga melindungi bumi ini. Bahkan dalam Hadist juga telah disebutkan bahwa hendaknya kita selalu mejga leingkungan dan tidak diperbolehkan untuk merusak alam.

Sebuah hadist yang menunjukkan bahwa agama kita begitu memperhatikan kebersihan lingkungan yaitu sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhori dan juga Abu Daud. Dalam hasit tersebut mengisahkan, bahwa Rosulullah menyuruh kita untuk takut dengan dua hal yang dapat mendatangkan laknat yaitu orang yang buang hajat ditempat manusia berteduh.

Kaum Muslimin yang selalu senantiasa di rahmati Allah.

Kebersihan merupakan hal yang fitrah bagi seluruh umat manusia. Seluruh umat manusia yang memiliki akal yang sehat tentu membutuhkan lingkungan yang bersih. Bahkan seandainya manusia itu tidak mengetahui ajaran agama sekalipun maka ia juga senantiasa bersih.

Bagi umat Islam kebersihan merupakan satu hal yang harus dipenuhi dan merupakan salah satu point penting untuk menjadi seorang hamba yang beriman secara utuh.

Melihat betapa pentingnya masalah kebersihan tersebut, maka mulai detik ini marilah kita selalu mengupayakan untuk selalu hidup bersih. Baik bersih untuk diri sendiri dalam arti yang lebih luas, serta senantiasa mengupayakan kebersihan untuk lingkungan di sekitar.

Demikian dakwah tentang kebersihan yang dapat kami sampaikan. 

Wassalamuailaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Demikian, semoga bermanfaat.
Share:

Kultum Ramadhan Tentang Dakwah Islam.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi kultum Ramadhan tentang Dakwah Islam.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 
Dakwah Islam
Jika kita berbicara tentang perkembangan agama Islam dari awal Islam muncul hingga sekarang semuanya tak kan pernah terlepas dari yang namanya dakwah.
Pengertian Dakwah Islam
Dakwah secara bahasa memiliki arti kata mengajak atau memanggil. Sedangkan dakwah secara bahasa memiliki pengertian ganda yang dapat didefinisikan sebagai suatu ajakan atau penyebaran agama Islam. Sedangkan istilah yang kedua adalah suatu pengajaran Islam untuk semua aspek kehidupan. 

Dua pengertian di atas memiliki dua unsur yaitu :
  1. Unsur pengembangan Islam yang memiliki agama yang lain selain Islam agar dapat memeluk agama Islam.
  2. Unsur untuk merealisasikan ajaran agama Islam bagi yang sudah beragama Islam untuk mengamalkan ajaran agama Islam.
Tujuan Dakwah Islam
Meskipun dakwah islam memiliki pengertian yang beragam menurut pemahamannya masing-masing namun secara umum semuanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menyampaikan kebenaran haqiqi, membawa manusia dari dunia kegelapan dan juga sesat menuju ke tauhid yang membawa pada dunia yang lebih terang dan kebahagiaan haqiqi. Namun secara khusus, Dakwah Islam memiliki tujuan yaitu :
  1. Sebagai sarana agar ajaran Islam dapat secara sempurna di wujudkan oleh masyarakat yang bertaqwa secara kaffah
  2. Dapat mewujudkan masyarakat Muslim yang makmur, adil, damai dan juga sejahtera dalam lindungan dan rahmat allah SWT, Dapat memperbaiki keadaan umat Islam yang menyimpang dan berada pada jalan yang sesat
  3. Untuk memelihara keberlangsungan dakwah dalam masyarakat yang telah berpegang teguh pada kebenaran, dengan melakukan pengajaran secara terus menerus.
Unsur Dakwah Islam
Dalam praktik dakwah Islam tentunya tidak bisa terlepas dari unsur-unsur jika ingin kegiatan dakwah dapat berlangsung secara maksimal. Tentunya unsur-unsur ini saling berkelanjutan dan berhubungan yang tidak dapat dipisahkan.
Da’i
Da’i adalah seseorang yang berperan sebagai subjek dakwah dan ialah yang menyampaikan dakwah sehingga ia harus memiliki bekal yang mumpuni untuk seorang dai baik itu bekal pengetahuan maupun perilaku
Mad’u
Mad’u adalah manusia yang menjadi sasaran kegiatan dakwah, yaitu individu maupun juga kelompok. Entah itu yang telah memeluk agam Islam atau mereka yang belum memeluk agama Islam.
Materi Dakwah
Materi dakwah yang digunakan dalam Dakwah Islam adalah al quran dan juga hadist yang meliputi keimanan, hukum, hubungan sosial, tingkah laku dan juga norma.
Media Dakwah
Sedangkan untuk media dakwah yang digunakan dalam menyebarkan dakwah adalah dengan media lisan, media cetak, media elektronik dan juga bisa menggunakan media seni.
Efek Dakwah
Efek dakwah yang harus di capai oleh seorang da’i dalam aktifitas dakwah adalah efek kognitif, efek afektif dan juga efek behaviorial.

Demikian, semoga bermanfaat.
Share:

Kultum Ramadhan Tentang Kewajiban Berpuasa.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi kultum Ramadhan tentang Kewajiban Berpuasa.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 
Tentang Kewajiban Berpuasa
Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

Alhamdulillahirrabil alamin  wasalatu wasalamu asrafil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi wasahbihi azmain.

Pertama – tama dan yang palimg utama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadirat Allah SWT. yang mana Ia telah memberikan rahmat dan hidayahnya berupa kesehatan keimanan dan juga kesempatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang kita cintai ini.

Salawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW. 

Baiklah untuk mempersingkat waktu, kita masuki judul ceramah kita pada hari ini yaitu yang berjudul : Tentang Kewajiban Berpuasa.

Puasa adalah menahan lapar mulai dari terbitnya fajar di sebelah timur sampai terbenamnya matahari disebalah barat. Yang mana ketika kita berpuasa, kita dilatih untuk menahan nafsu, menahan lapar dan menahan haus.

Puasa merupakan salah satu yang termasuk dalam rukun islam, yaitu rukun islam yang ke - 4. Pastinya kita semua sudah pada mengetahui rukun – rukun islam. Hanya sekedar mengingat kembali, Rukun islam yang ke.

1. Mengucapkan dua kalimat sahadat
2. Mengerjakan shalat
3. Membayar zakat
4. Mengerjakan puasa,
5. Naik haji bagi yang mampu.

     Rukun islam merupakan kewajiban bagi seluruh umat islam dipenjuru dunia. Kewajiban berarti segala sesuatu yang harus atau mesti dikerjakan atau dilaksanakan. Maka dari itu kita sebagai umat muslim wajib berpuasa.

Berdasarkan keterangan yang sangat jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah. Bahkan, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam menerangkan salah satu dari rukun Islam yang 5. Hal ini menunjukkan bahwa kedudukannya yang mulia dan agung dalam Islam.

Karenanya semua orang muslim wajib memperhatikan dan menjaganya dengan seksama agar sempurna bangunan di dalam dirinya.

Apabila ada seorang yang mengaku muslim namun meninggalkan puasa karena ia mengingkarinya, maka dia termasuk orang – orang yang kufur.

Sedangkan bagiorang - orang yang tidak mengerjakan puasa karena malas atau lalai “tetap meyakini bahwa hukumnya wajib”, maka ia telah melakukan dosa yang besar dan kebinasaan karena tidak melaksanakan salah satu rukun Islam dan kewajiban yang penting.

Adapun konsekuensi berdasarkan hukum fiqihnya, para ulama - ulama memiliki pendapat yang berbeda - beda. Sebagiannya berpendapat, bahwa bagi orang yang telah berbuka “tidak berpuasa” satu hari saja dari bulan Ramadhan maka wajib mengqadla puasanya sebanyak 12 hari.

Ada juga yang pendapat bahwa mereka wajib berpuasa qadla selama satu bulan. Pendapat lainnya, mengatakan bahwa seseorang itu harus berpuasa selama 3000 hari dan ini merupakan pendapat al-Nakhai, Waqi' bin al-Jarrah,.

Namun ada dua pendapat yang paling masyhur dalam masalah ini dan memiliki landasan argumen yang kuat, yaitu: wajib mengqadla tanpa kafarah dan cukup bertaubat tanpa harus qadla.

Pendapat Pertama: Wajib qadla saja
Pendapat ini merupakan pendapat yang sangat umum di kalangan para ulama, yaitu wajib mengqadla bagi orang yang sengaja berbuka (tidak berpuasa) pada bulan Ramadlan, yaitu dengan berpuasa sesuai jumlah hari yang dia rusak.

Pendapat Kedua: Tidak wajib mengqadla, dan hanya bertaubat dengan sebenar - benarnya "bersungguh - sungguh".

Menurut pendapat kedua ini, tidak cukup dengan qadla walaupun dia berpuasa setahun penuh. Sebabnya, karena dia sengaja merusak puasanya tanpa udzur syar'i. Maka tidak mencukupi hari untuk menggantikan hari yang dia rusak tersebut, karena qadla disyariatkan bagi orang yang memiliki udzur (berhalangan).

Allah Ta'ala berfirman yang maknanya :
Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (QS. Al-Baqarah: 184)

Maka barang siapa yang merusak puasa di bulan ramadhan tanpa ada udzur syar'i lalu mengganti puasanya itu di hari – hari yang lain, berarti telah membuat aturan baru dalam agama Allah yang tidak diizinkan oleh-Nya.
Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda yang maknanya "Siapa yang mengada-adakan hal baru dalam urusan kami ini (Islam) yang bukan berasal darinya, maka akan tertolak." (HR. Bukhari dari Aisyah radliyallahu 'anha)

Adapun firman Allah swt tentang puasa yang maknanya :
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”
(Q.S. Al-Baqarah : 183)

Dari arti firman Allah SWT. dalam Q.S. Al-Baqarah : 183, telah jelas bahwa puasa itu telah diwajibkan dan diperintahkan kepada orang – orang sebelum kita. Yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT.

Pasti kita bertanya – Tanya, apa sebenarnya hikmah dari Puasa?
Berikut beberapa hikmah dari puasa
1. Puasa dapat menyempitkan aliran darah dan juga makanan. Aliran yang sama yang digunakan oleh syaitan. Sehingga bisikan syaitan akan menjadi lemah.

2. Puasa dapat melemahkan nafsu, hasrat berbuat maksiat dan keinginan berbuat jahat. Ini mengakibatkan roh menjadi suci.

3. Puasa juga merupakan penyucian hati, pendidikan jiwa, pengendalian pandangan mata dan juga menjaga seluruh anggota tubuh dari pada perbutan dosa.

4. Puasa dapat menyehatkan tubuh, kerana puasa mengosongkan perut dari berbagai bahan yang merusakkan. Puasa juga berfungsi membersihkan darah, menormalkan fungsi jantung, hati dan ginjal.

5. Apabila seseorang itu berpuasa, dirinya akan merasa kerdil di hadapan Allah SWT, hatinya akan mudah tersentuh dan rasa tamak akan menipis. Nafsunya terkawal sehingga doanya dikabulkan kerana dia dekat dengan Allah SWT.

Mungkin diantara kita masih ada yang bingung, sebenarnya apa – apa saja yang dapat membatalkan ataupun yang dapat mengurangi pahala puasa, berikut akan saya sebutkan kembali tentang hal – hal yang dapat membatalkan ataupun yangdapat mengurangi pahala puasa :
  1. Makan dan juga Minum yang dilakukan dengan sengaja
  2. Merokok
  3. Melakukan hubungan badan antara suami dan juga istri pada siang hari, Jima’ (berssenggema)
  4. Keluarnya darah haid atau nifas bagi seorang perempuan
  5. Menghirup obat untuk melegakan pernafasan
  6. Menelan sisa - sisa makanan yang masih ada menempel di antara gigi-gigi meskipun hanya sedikit
  7. Transfusi darah bagi orang yang berpuasa
  8. Ghibah ( membicarakan aib kejelekan orang lain)
  9. Namimah ( mengadu domba )
  10. Mendo’akan hal – hal yang jelek terhadap orang lain dan juga mencaci-maki
  11. Melakukan maksiat
  12. Berbohong
  13. Timbul syahwat kyang disebabkan memikirkan atau melihat hal-hal yang jorok ( mesum )

Saudara saudari yang muliakan oleh Allah SWT. kita telah mengetahui apa saja hukum bagi orang – orang yang tidak berpuasa dengan sengaja, yaitu mendapatkan dosa yang besar. Naudzubilahimindzalik. Oleh sebab itu, untuk kedepannya semoga puasa kita akan lebih baik lagi,. Dan semoga kita menjadi umat muslim yang bertaqwa kepada Allah SWT, amin yarobal alamin.

Sekianlah ceramah dari saya apa bila ada kesalahan dalam penyampaian, ataupun kata–kata yang kurang berkenan saya mohon maaf, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. 

Sekian, akhirul kalam Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Demikianlah Kultum Ramadhan Tentang Kewajiban Berpuasa, semoga bermanfaat.
Share:

Kultum Ramadan Tentang Makna Berkurban Dalam Kehidupan Bermasyarakat.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi kultum Ramadhan tentang Makna berkurban dalam kehidupan bermasyarakat.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 
Makna berkurban dalam kehidupan bermasyarakat

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah!

Dalam kesempatan yang penuh kebahagiaan ini marilah kita meningkatkan rasa taqwa kita kepada Allah dengan rajin mengerjakan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Disamping itu marilah kita senantiasa bersyukur kepada-Nya atas rahmat, ni'mat dan taufiq serta hidayah-Nya yang telah dianugrahi kepada kita sehingga kita selain hanya dengan niat yang ikhlas hanya ingin keridhaan Allah. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dibawah ini:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ

التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا

اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Artinya:
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.(QS: Al-Hajj Ayat: 37)

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kurban yang kita potong itu daging dan darahnya tidak diterima oleh Allah, tetapi ketaatan kita yang ikhlas dan pengabdian kita yang akan diterima oleh Allah SWT. dengan balasan yang berlipat ganda. Karena juga ada orang yang menyembelih kurban, tetapi tidak karena Allah seperti kurbannya orang-orang kafir.

Inilah kurban yang tidak akan diterima oleh Allah karena kurbannya tidak karena Allah. Dengan demikian pengorbanan dan pengabdian yang ikhlas itulah yang dianjurkan dalam agama islam sebagai didikan terhadap umat islam untuk memperkokoh jiwa sosial bagi sikaya terhadap kaum muslimin yang kekurangan.

Dan juga sebagai latihan untuk membiasakan mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya untuk keselamatan dan kebahagiaan sesama umat serta kemajuan masyarakat, bangsa dan negara kita bisa menunaikan perintah shalat Idul Adh-ha sebagaimana yang telah kita lakukan dipagi hari ini. Mudah-mudahan apa yang telah kita lakukan diterima dan diridhoi oleh Allah SWT. Amin

Hadirin kaum muslimin yang berbahagia!

Sehubungan dengan Idul Adh-ha ini kita akan teringat kembali tentang peristiwa yang telah dialami oleh Nabi Ibramih as. yang telah berkurban dan hampir saja mengurbankan puteranya yang bernama Nabi Isma'il as. sebagai tanda bukti bahwa dia taat kepada perintah Allah sekalipun diperintahkan untuk menyembelih anaknya.

Tetapi karena sifat Allah yang maha pengasih lagi penyayang Allah membalas pengabdiannya dengan seekor kambing kibas sebagai ganti Nabi Isma'il yang telah rela untuk dikurbankan sebagai kurban perintah Allah. Sehingga kurban yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim as.

itu dalam agama Islam juga menganjurkan untuk melaksanakannya bagi kaum muslimin sebagai tanda keikhlasan dan kesediannya untuk memberikan pengabdian dan pengorbanan sebagai bukti pengabdiannya kepada Allah SWT.

dengan menyembelih hewan ternak seperti kambing, sapi atau kerbau yang dagingnya dibagi-bagikan kepada fakir miskin yang sangat membutuhkannya yang berada disekitarnya. Allah tidak akan menerima daging-daging dari hewan-hewan yang kita potong itu, serta kejayaan Islam.

Hadirin kaum muslimin yang dimulyakan Allah!

Sebagian daripada keutamaan berkurban adalah setiap rambut atau bulu hewan kurban memperoleh satu kebaikan. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dibawah ini:

"Kurban itu untuk orang yang melakukannya (dibalas Allah dengan pahala) setiap satu helai rambut satu kebajikan". (Al-Hadist)

Hadist tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa betapa besar penghargaan Allah kepada kita sebagai Ummat Muhammad yang tidak bisa kita bayangkan besarnya balasan yang diberikan-Nya kepada orang yang taat pada perintah-Nya.

Hadirin kaum muslimin yang kami hormati!

Demikianlah Khutbah yang bisa kami sampaikan. Semoga ada manfaatnya bagi kita dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin
Share:

Kultum Ramadhan Tentang Keutamaan Sifat Sabar.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi kultum Ramadhan tentang Keutamaan Sifat Sabar. 

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 
"Keutamaan Sifat Sabar"
Assalamu'alaikum Wr. Wb 

Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan saudara-saudara sekalian yang saya hormati.

Pertama kali, marilah kita memanjatkan puji syukur yang tiada terhingga kepada Allah SWT. Karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar yaitu umur yang panjang, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang luang sehingga kita semua bisa menghadiri acara ..... 

Tanpa ijin dari Allah tak mungkin kita bisa hadir dan bermuwajahah di tempat ini.

Kedua kalinya, semoga keselamatan dan kesejahteraan tetap di limpahkan Allah kepada panutan kita semua, yakni Rasulullah saw, berikut para keluarganya, para sahabatnya,  para ulama-ulama dan segenap pengikutnya, umat Islam sekalian. Aamiin

Para Bapak, Ibu dan saudara-saudara sekalian.

Seorang muslim harus memiliki ahlak kenabian, yaitu akhlakul karimah. Selama kita tidak mempunyai budi pekerti yang baik, maka belumlah dikatakan beriman. Salah satu dari sekian banyak akhlakul karimah adalah sabar. Karena sabar adalah ciri orang yang mukmin.

Sabar merupakan kekuatan dan daya positif yang mendorong jiwa untuk menunaikan kewajiban. Di samping itu, sabar adalah suatu kekuatan yang mampu menghalangi seseorang dalam melakukan kemaksiatan.

Rasulullah saw. bersabda, Sabar adalah cahaya, artinya bahwa kesabaran itu merupakan hidayah yang datang dari Allah. Yakni sebuah penerang yang membimbing seseorang untuk dapat mengenal Allah S.W.T dan rasulNya, serta mengetahui maupun mengamalkan ajaran-ajaranNya, perintah-perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. 

Oleh karena itu seseorang yang tetap tegak bertahan sehingga dapat menundukan dorongan hawa nafsu secara terus menerus, maka ia termasuk orang yang sabar.

Sayidina Ali bin Abu Thaiib pernah berpesan, Seseorang tidak boleh takut kecuali kepada dosanya, tidak boleh berharap kecuali kepada Tuhannya. Jika belajar tidak boleh malu seandainya ia tidak tahu. Tidak boleh malu menyatakan aku tidak bisa. 

Dan ketahuilah bahwa sabar dalam menghadapi segala masalah seperti kepala di badan, lalu jika kepala itu terlepas dari badannya, maka rusaklah badan tersebut. Demikian juga jika sabar lepas dari suatu urusan, maka rusaklah urusan itu.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara-saudara yang dirahmati Allah.
Untuk mengukur sejauh mana kadar keimanan dan kesabaran seseorang, maka Allah lalu melimpahkan suatu ujian. Hanya saja ujian tersebut ada yang ringan dan ada yang berat.

Ujian atau cobaan itu adakalanya berupa kenikmatan, misalnya harta benda, jabatan dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk yang tidak menyenangkan, seperti musibah dan penderitaan. Terhadap ujian itu, baik yang mengandung kenikmatan atau musibah, maka sifat sabar adalah sesuatu yang dapat menjadikan penawar. 

Sabar akan memancarkan sinar yang memelihara seseorang sehingga ia tidak jatuh kepada kekufuran. Sebab banyak kasus, orang yang ditimpa musibah kemudian imannya menjadi lemah lalu kufur (murtad). Karena itulah, sebagai seorang muslim kita wajib meneguhkan hati dalam menghadapi cobaan dari Allah. Marilah kita hadapi semua itu dengan tenang dan sabar. 

Dalam masalah ini, menyadari bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Rahman akan dapat menumbuhkan sifat sabar di dalam hati. Tanamkan suatu keyakinan bahwa Allah yang memberi ujian kepada kita dan Allah juga yang memberi Rahmat. 

Setiap kesulitan dan cobaan hidup, apapun bentuknya, adalah datang dari Allah. Sekali-kali manusia tidak dapat menolak dan tidak pula dapat memaksa agar Allah memberi rahmatNya.

Para hadirin rahimakumullah.
Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Allah berfirman:

قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا 
Artinya:
Katakanlah: Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu? Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah. (Al-Ahzab ayat 17)

Orang yang mampu belajar dalam menghadapi ujian atau cobaan, maka derajat kemuliaanya akan ditinggikan oleh Allah. Sabar yang dimaksudkan ialah bertahan pada iman dan tidak mengeluh dalam merasakan cobaan yang tidak menyenangkan itu.

Diriwayatkan bahwa seorang sahabat bernama Khabab sedang menghadapi cobaan. Ia mendatangi Rasulullah, yang ketika itu duduk bersandar surban di bawah naungan Ka'bah. Kepada Rasulullah. Khabab mengeluh dan menceritakan tentang hidupnya yang selalu menderita. Bertubi-tubi musibah telah menimpanya.

Katanya kepada Rasulullah, Wahai Rasul, doakanlah agar Allah menolong kami sehingga kami terlepas dari ujian hidup!

Rasulullah menjawab, Perlu engkau ketahui wahai Khabab, bahwa dijaman dahulu, yaitu jamannya umat sebelum kita, terkadang mereka disiksa dengan cara tubuhnya ditanam di dalam liang atau dibelah dengan gergaji. Meskipun demikian, mereka tetap memegang teguh agamanya dan tidak merubah pendiriannya sedikitpun.

Rasulullah saw. kemudian mengemukakan firman Allah:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

Artinya:
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji´uun. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Al-Baqarah Ayat: 155 - 157)

Jika cobaan atau ujian hidup dihadapi dengan sabar, ikhlas, tidak berkeluh kesah, tetapi berikhtiar mencari jalan pemecahannya secara baik, maka Allah pasti memudahkan bagi kita dalam urusan ini. Disamping dapat memcahkan masalah yang kita hadapi, tentu Allah akan memudahkan bagi kita terhadap masalah hisab. 

Allah akan memberi pahala, memberkati kehidupan sehingga timbangan amal pahala kita lebih berat dibanding dengan dosa kita. Jadi jika seseorang itu mampu menghadapi ujian dengan sabar dan ikhlas, maka ia termasuk orang yang tulus dalam menempuh ujian itu. Jika tidak sabar, berarti ia gagal dan masuk dalam golongan orang yang berputus asa.

Para hadirin rahimakumullah,
Banyak orang beranggapan bahwa kesabaran itu berarti merendahkan diri dan menyerahkan kepada keadaan begitu saja. Kesabaran berarti membiarkan diri hanyut dalam kondisi atau menghentikan usaha tanpa berusaha mencari jalan keluarnya, tanpa mau memperbaiki dan melakukan usaha.

Sebenarnya anggapan seperti itu tidaklah benar. Sabar yang dimaksud oleh agama adalah Ikhlas dalam menghadapi cobaan atau ujian dengan cara baik, berusaha mencari jalan keluar yaitu ihktiar, dan tetap bertahan untuk teguh dalam iman serta tidak berkurang amal shalih yang dijalankan.

Demikianlah akhlakul karimah berupa kesabaran yang harus kita tanamkan dalam jiwa ini. Agar kita melatihnya setiap saat dalam pergaulan sehari-hari. Jika kita menjadi orang yang sabar, Insya Allah akan disukai orang lain di tengah-tengah masyarakat.

Sekian, Wassalamu'alaikum Wr. Wb 

Demikian contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya", semoga bermanfaat.
Share:

Kultum Ramadhan Tentang Pacaran Menurut Pandangan Islam.



Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi Kultum Ramadhan tentang Pacaran Menurut Pandangan Islam.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 
Pacaran Menurut Pandangan Islam
Assalamualaikum wr.wb
Yang terhormat bapak ibu sekalian

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji beserta syukurkita kehadiran Allah Swt yang mana hingga saat sekarang ini kita masih diberi kesempatan dan kesehata untuk berkumpul ditempat yang kita cintia ini.

Shalawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi kita muammad SAW. semoga  kita mendapat sapaatnya di kemudian hari nanti.

Baiklah  tanpa memperpanjang mukodimah, saya akan memasuki judul ceramah saya yaitu tentang berpaaran.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pacaran kini sudah menjadi hal yang biasa tengah-tengah kalangan masyarakat indonesi khususnya. masyarakat tidak menyadari bahwa pacaran yang dilakukan oleh anak muda zaman sekarang sudah sangat jauh dari kebenaran akhlak seorang muslim yang sebenarnya.

Mungkin hal ini dipicu karena kisah-kisah roman yang beredar bebas di media-media. Media TV khususnya. di sana hampir 60 % dari keseluruhan tayangan yang ada adalh seputar kisah  roman. Kalau kita tinjau kembali, pacaran itu sebenarnya merupakan bagian dari kebudayaan barat yang sangat tidak sesuai dengan budaya ketimuran.

Dalam kamus besar bahasa indonesia, pacaran memiliki beberapa pengertian :
  1. Pergaulan yang dilakukan antara perempuan dengan laki-laki dengan bebas, untuk mencapai kesenangan mereka dengan kesenangan - kesenangan.
  2. Berzina dan berkencan juga masuk dalam pengertian pacaran.
  3. Bertemu dan ingin menuju ke fase beriktunya yaitu Pernikahan.

Berdasarkan pengertian diatas, jelas untuk point pertama dan kedua dilarang oleh agam islam.

Perkawinan merupakan sunnah Rasulullah dengan arti bahwa suatu perbuatan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah agar kaum muslimin melakukannya. Orang yang anti perkawinan dicela oleh Rasulullah, berdasarkan hadits yang maknanya :

Pada dasarnya suatu perkawinan atau pernikahan baru terjadi setelah melewati beberapa tahapan atau proses, yaitu pertama tahap penjajakan, kedua tahap peminangan dan yang ketiga tahap pertunangan.

Pihak keluarga laki - laki mungkin yang melkukn tahap penjajakanyng ditujukan pastinya kepada pihak perempuan atau sebaliknya, atau masing - masing dari pihak keluarga.

Dalam hal yang tertera diatas, orang tua memiliki peran paling besar dalan meliht dan mengawasi tentang seberapa jauh pergaulan yang telah dilakukan oleh anak - anaknya. terutama yang berhubungan denga lawan jenisnya, dengan kata lain mengawasi seorang anak untuk bergaul terlalu bebas terhadap seseoran yang merupakan buka murimnya.

Oleh karenanya, keputusan yang bijak seorang orang tua menikahkan anaknya apabila memang sudah masuk saatnya untuk menikah, maka lakukanlah pernikahan seseera mungkin " untuk menghindari perzinahan "

Untuk saat ini, hanya itulah yang mungkin dapat saya sampaikan, saya berharap apa - apa yang sudah saya sampaikan tadi bisa jadi renungan bagi kita semua. dan juga semoga kita semua terhidar dari perbuatan perzinahan.

Wabillahi taufik Wal Hidayah
Wassalam Wr Wb.

Demikian, semoga bermanfaat.
Share:

Kultum Ramadhan Tentang Gerakan-gerakan Dalam Sholat Yang Sangat Berpengaruh Terhadap Otak.


Selamat datang di blog Kampung KB "Tumbuh Jaya", pada kesempatan ini kami berbagi kultum Ramadhan tentang Gerakan-gerakan Dalam Sholat Yang Sangat Berpengaruh Terhadap Otak.

Kultum ini sangat cocok sekali digunakan pada bulan suci Ramadhan sebagai kajian Islam sebelum atau sesudah melaksanakan sholat tarawih dan sesudah sholat shubuh. 

Tujuannya yaitu sebagai refrensi kultum pada bulan suci Ramadhan yang sangat praktis dan simple bagi para santri dan santriwati.

Berikut contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya" yang berjudul, 

Gerakan-gerakan Dalam Sholat Yang Sangat Berpengaruh Terhadap Otak

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarrakatuh.

Alhamdulillahirrabil alamin  wasalatu wasalamu asrafil anbiya iwal mursalin wa’ala alihi wasahbihi azmain.

Pertama – tama dan yang palimg utama marilah kita panjatkan puji beserta syukur kita kehadirat Allah SWT. yang mana Ia telah memberikan rahmat dan hidayahnya berupa kesehatan keimanan dan juga kesempatan kepada kita semua sehingga kita bisa berkumpul ditempat yang kita cintai ini.

Salawat berangkaikan salam kita hadiahkan kepada roh junjungan alam yakni nabi besar Muhammad SAW. 

Sholat yang merupakan ibadah wajib yang harus dilakukan disetiap hari, ternyata banyak sekali pengaruhnya terhadap kesehatan dan perkembangan kebaikan otak manusia. Sholat adalah salah satu diantara aktivitas yang berpengaruh terhadap kebaikan otak (jasmani) sekaligus ruhani.

Gerakan-gerakan yang sangat berpengaruh terhadap Otak, diantaranya :
1. Ruku
Rutinitas ruku sebanyak 17 kali dalam lima waktu sholat sehari semalam bermanfaat meningkatkan refleks, selalu siap sedia dalam berbagai keadaan. Dengan demikian, mekanisme pengaturan tekanan darah dan irama jantung akan terjaga. 

Suplaidarah ke otak yang meningkat saat melakukan gerakan ini juga mengoptimalkan oksigenasi sel-sel saraf ke otak sehingga fungsi sel-sel di otak (sebagai gudang memori dan pengendali kerja seluruh sitem dan organ tubuh) menjadi optimal.

Inilah esensi dari sabda Rosululloh SAW yang diriwayatkan oleh Hasan Al-Bashri bahwa Alloh SWT tidak melihat seseorang hamba yang tidak menegakkan punggungnya antara ruku’ dan sujud,  akibat oksigenasi sel-sel saraf otak proses berpikir manusia dalam menentukan keputusan lebih jernih, mampu menimbang mana yang baik dan mana yang benar.

sehingga sholat juga menjadi sarana untuk menjaga agar tetap berada di jalan kebenaran sesuai firman-Nya: “Dirikanlah sholat! Sesungguhnya sholat itu menghalangi perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut : 45)
    2. I’tidal
I’tidal atau gerakan setelah ruku adalah gerakan kembali ke posisi tegak. Posisi ini membantu metabolisme otak dan jantung agar bekerja optimal. Oleh karena itu, dalam i’tidal aliran darah yang tadinya terfokus di kepala setelah ruku’ akan turun ke badan sesuai gravitasi.

Gerakaan takbir bersamaan dengan menegakkan badan saat i’tidal menyebabkan stimulus pada cabang besar saraf di bahu-ketiak yang merupakan cabang saraf yang melayani organ jantung, paru-paru dan sebagian organ pencernaan, ketika mengangkat kedua lengan, paru-paru akan mengembang sehingga dapat meningkatkan masuknya oksigen.

Saat kedua lengan bergerak turun untuk kemudian berada di samping kanan dan kiri badan, sisa pembakaran atau metabolisme yang bermuatan negatif dikeluarkan bersamaan dengan hembusan nafas.
    3. Sujud
Gerakan sujud akan membuat otot dada dan otot sela iga menjadi kuat sehingga rongga dada bertambah besar dan paru-paru berkembang dengan baik sehingga dapat menghisap udara. Lutut yang membentuk sudut yang tepat memungkinkan otot-otot perut berkembang dan mencegah kegombyongandi bagian tengah. 

Gerakan sujud ini juga menambah aliran darah ke bagian atas tubuh terutama kepala (mata, telinga, hidung) serta paru-paru dan memungkinkan dibersihkannya toksin-toksin oleh darah.

Bagi wanita hamil gerakan sujud ini juga bermanfaat mempertahankan posisi janin yang sudah benar, mengurangi tekan darah tinggi, menambah elastisitas tulang, menghilangkan egoisme dan kesombongan. 

Meningkatkan kesabaran dan kepercayaan kepada Alloh SWT. sehingga akan menghasilkan energi bathin yang tinggi di seluruh tubuh. Posisi ini menunjukkan ketundukkan dan kerendahan hati tertinggi (menyerahkan diri). Maka itu tak heran jika mulanya seorang sholat dalam keadaan lelah, mengantuk dan lemas akan kembali segar setelah sujud.
    4. Duduk Di Antara Dua Sujud
Duduk tachiyat pertama disebut duduk iftiros atau duduk di antara dua sujud. Pada posisi ini otot-otot pangkal paha yang di dalamnya ada salah satu saraf pangkal paha yang besar yaitu di atas rumit kaki berfungsi sebagai penyangga. 

Gerakan ini menyebabkan otot-otot di bagian ini terpijit (refleksi). Pijatan ini bermanfaat melindungi diri dari penyakit syaraf pangkal paha (neuralgi) yang terasa sakit dan nyeri sehingga kaki tidak dapat digerakkan, juga membantu meregangkan cabang saraf tulang belakang, segmen dada dan punggung bagian bawah serta pinggul. Tulang ekor sebagai tempat keluar cabang saraf juga akan meregang.

Pada posisi ini serabut saraf pinggang ke-2 dan 3 (daerah paha isi dalam), daerah tulang kering dan segmen ekor ke-1 (punggung kaki) akan terstimulasi (refleksi). 

Segmen saraf ini melayani organ liver, ginjal, usus, saluran pembuangan (dubur), kelenjar prostat (laki-laki), rahim (perempuan), penis dan vagina sehingga gerakan ini kemungkinan besar dapat mengoptimalkan kinerja organ-organ tersebut.

Organ-organ genetalia dan enzim pencernaan juga akan bekerja secara optimal sehingga dapat mencerna dan mengolah material makanan untuk kemudian menyerapnya sesuai kebutuhan tubuh. Dengan demikian sisa-sisa pencernaan yang tidak diperlukan akan dikeluarkan pada saat buang air besar.
    5. Tahiyatul Akhir
Dari sisi kesehatan nyata, gerakan salam juga merangsang refleksi di kanan kiri leher sehingga bisa mengendalikan tekanan darah dan irama jantung. Inilah bagian dari relaksasi penutup exercise lahir bathin yang dilakukan dalam sholat.

Demikianlah diantara uraian tentang otak, potensi dan kelebihannya serta perhatian Alloh terhadap nikmat otak tersebut. Semoga dengan mengetahui ini akan bisa membuat kita lebih “SYUKUR” terhadap nikmat Alloh yang bernama otak tersebut, selanjutnya akan mendapat tambahan “nikmat” dari-Nya melalui penggunaan otak secara maksimal.


Demikian contoh kultum Ramadhan versi Kampung KB "Tumbuh Jaya", semoga bermanfaat.
Share:

Hari/Tanggal

ALIH BAHASA

Daftar Isi