Situs Kampung KB dan Pendidikan Indonesia

Selamat datang di situs Kampung KB "Tumbuh Jaya" Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga Lombok Timur NTB. Situs ini berisi 8 pokja Kampung KB seperti Pokja Pendidikan, Keagamaan, Sosial dan Budaya, Ekonomi, Kesehatan Refreduksi, Lingkungan, Perlindungan dan Kasih Sayang. Selain itu juga, berisi tentang administrasi pendidikan seperti Ruang Guru, Materi K13, Aplikasi K13, Program Kerja, Soal Ujian, Artikel Islam, Hiburan dan Katagori yang meliputi pertanian, peternakan dan perikanan. Semoga situs ini bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat menuju Indonesia sejahtera.
  • Arsip Kampung KB Tumbuh Jaya

    Photo Bersama Pengurus Kampung KB Tumbuh Jaya

  • Lomba Kampung BK

    Dokumentasi penyerahan hadiah juara 1 lomba Kampung KB sekabupaten Lombok Timur di Joben Desa Pesanggarahan kecamatan Montong Gading (Sabtu, 22 Juni 2019).

  • Dokumentasi penyerahan hadiah juara 1 lomba Kampung KB sekabupaten Lombok Timur di Joben Desa Pesanggarahan kecamatan Montong Gading (Sabtu, 22 Juni 2019).

Showing posts with label Cabai. Show all posts
Showing posts with label Cabai. Show all posts

Cara Menanam Cabai Agar Berbuah Lebat Dengan Cepat.


Pada kesempatan ini, kami berbagi artikel bidang pertanian yaitu Cara Menanam Cabai Agar Berbuah Lebat Dengan Cepat.

Banyak faktor yang mempengaruhi lebat tidaknya cabai berbuah. Hal ini sangat berpengaruh terhadap bibit dan cara perawatannya. Untuk lebih jelasnya, silahkan dibaca artikel dibawah ini dengan detail dan jelas
.
Cara Praktis Membuat Cabai Berbuah Lebat Dengan Cepat

Berikut ini Cara Praktis Membuat Cabai Berbuah Lebat Dengan Cepat :

1. Penggunaan Benih Unggul
Penggunaan benih unggul merupakan faktor pertama setelah menetapkan hati untuk budidaya cabai. Benih cabai unggul mempunyai sertifikasi jelas, berhologram asli, mencantumkan deskripsi singkat berupa potensi produksi, karakter utama, daya tumbuh hingga kemurnian benih.

Dengan adanya data tersebut setidaknya kita mempunyai pedoman untuk menentukan target produksi dan mengkontrol pertumbuhan tanaman dalam kondisi normal atau tidak.



Jika secara genetik benih cabai mempunyai karakter unggul lebat, maka selanjutnya adalah membuat keunggulan tersebut muncul secara optimal, yaitu dengan melakukan teknis budidaya sesuai standar.

Namun jika secara genetik cabai tersebut tidak lebat, maka akan sulit atau tidak bisa tanaman tersebut berbuah lebat. Oleh sebab itu pilihlah benih cabai yang mempunyai karakter lebat untuk menghasilkan cabai lebat.

Benih unggul yang dibudidayakan dengan menggunakan teknis budidaya sesuai standar, maka hasil  panen seharusnya sesuai dengan karakter aslinya. Namun sebaliknya jika karakter tersebut tidak muncul, penyebabnya bisa karena faktor teknis atau non teknis.

2. Penggunaan Pupuk Kandang
Peran pupuk kandang bukanlah untuk menggantikan pupuk kimia yang biasa digunakan, seperti pupuk NPK dll. Pupuk kandang mempunyai kandungan unsur hara lengkap yang dibutuhkan tanaman, namun jumlahnya tidak sebanyak dalam pupuk kimia sintetis. Oleh sebab itu pupuk kimia masih diperlukan dalam jumlah besar.

Peran pupuk kandang sendiri digunakan untuk mengoptimalkan peran pupuk kimia, sehingga unsur hara dapat terserap oleh tanaman secara optimal. Pupuk kandang juga berperan dalam memperbaiki struktur tanah sehingga menjadi gembur dan subur, menjaga keseimbangan ekosistem bawah tanah yang bermanfaat bagi tanaman dan dapat menjaga keseimbangan pH tanah.

3. Pengairan
Bagaimana jika cabai yang sudah memasuki umur bunga namun kurang pengairan? Padahal salah satu peran air bagi tanaman adalah sebagai pengantar makanan untuk seluruh organ, terutama pada saat pembuahan dan pembesaran buah. Tanpa air tentu buah tidak bisa berkembang secara optimal.

Bisa dibayangkan jika sebuah botol dengan kapasitas 1000 ml hanya diisi setengah atau seperempatnya, tentu isinya tidak akan maksimal dan bobotnya kurang. Sama halnya tanaman cabai yang kurang pengairan, pertumbuhan dan buah tidak muncul secara optimal.

4. Pupuk K
Pupuk dengan unsur Kalium (K) mempunyai peran besar dalam pembentukan dan pembesaran buah. Oleh sebab itu pemberian pupuk K baik dari tanah dengan ditanam, dikocor, maupun disemprotkan lewat daun seringkali dilakukan untuk memacu pertumbuhan buah.

5. Pengendalian HPT sejak dini
Pengendalian hama penyakit menjadi faktor penting untuk menghasilkan tanaman cabai yang lebat. Pengendalian hama penyakit tanaman bisa terdeteksi dan diantisipasi pada awal pertumbuhan.

Misalnya serangan serangga pembawa virus kuning, seperti trips dan tungau yang menyerang sejak pembibitan. Akibatnya bisa menyebabkan pertumbuhan buah tidak optimal bahkan gagal panen.

Antisipasi serangan hama pembawa virus kuning bisa dilakukan sejak persemaian, dengan menutup dengan jaring atau penyemprotan insektisida secara intensif.

Demikian, Cara Praktis Membuat Cabai Berbuah Lebat Dengan Cepat. Semoga bermanfaat dalam dunia pertanian.
Share:

Cara Praktis Mengatasi Penyakit Patek Pada Semua Jenis Cabe.


Pada kesempatan ini, kami juga berbagi artikel bidang pertanian yaitu Cara Praktis Mengatasi Penyakit Patek Pada Semua Jenis Cabe.

Cara Praktis Mengatasi Penyakit Patek Pada Semua Jenis Cabe

Menanam cabe pada musim hujan yang selalu membuat basah tanah, tentu memiliki tantangan tersendiri. Kelembaban yang tinggi serta pertumbuhan tanaman yang terlalu cepat itulah yang menjadi masalahnya. Dikarenakan tanaman mendapat air yang “over dosis”, yang nantinya akan mengakibatkan tanaman rawan terhadap penyakit yang dikarenakan jamur.

Banyak jenis hama yang dapat menyerang tanaman cabe sejak dari persemaian sampai panen. Walau begitu, sesungguhnya cuma beberapa jenis hama saja yang merupakan hama utama. Hama utama ialah hama yang terus menerus menyerang, merusak tanaman dan secara ekonomis merugikan. Sehingga hal ini wajib dilakukan tindakan pengendalian.

Hama kedua ialah hama yang kadang- kadang merusak dan merugikan sehingga perlu dilakukan tindakan pengendalian. Pemahaman terhadap hama ini perlu diketahui tahap awal yang harus dilakukan supaya upaya pengendaliannya dapat berhasil dengan efektif.

Serangan jamur yang amat ditakuti petani cabe di Indonesia yaitu penyakit patek yang diakibatkan oleh jamur Colletotrichum atau jamur Gloeosporium.  Penyakit patek bahkan selalu membuat petani cabe kehilangan harapan, sebab biasa membuat petani tidak berhasil panen sampai 100%.

Walaupun berhubungan dengan musim, penyakit ‘momok petani cabe’ ini juga berhubungan dengan cara budidaya tanaman cabe yang baik. Makanya sebagai petani cabe kita perlu mengetahui cara mengatasi penyakit patek pada cabe dengan mudah. 

Berikut ini Cara Praktis Mengatasi Penyakit Patek Pada Semua Jenis Cabe:
1. Pembersihan Gulma pada Tanaman Cabai
Walaupun gulma berada dibawah tajuk tanaman dan cuma berada dialur-alur drainase untuk budidaya tanaman cabe dengan mulsa, jangan sepelekan keberadaannya. Gulma yang tak pernah dibersihkan akan menghambat mengalirnya kelebihan air dari lahan, hal ini akan menaikkan kelembaban sekitar tanaman dan berpotensi menjadi tempat yang nyaman untuk berkembangnya hama dan penyakit tanaman.

2. Perempelan Pada Tanaman Cabe
Tanaman yang terlalu rimbun, tanpa perempelan disamping mengakibatkan tanaman mudah patah, buah sedikit,  juga iklim mikro sekitar tanaman menjadi berubah, liingkungan sekitar tanaman menjadi lebih tidak kering dan rentan terhadap jamur penyebab patek.

3. Pemupukan yang Tepat pada Tanaman Cabai
Yang dimaksud dengan pemupukan yang tepat disini ialah pemupukan sesuai baik jenis, takaran dan fase pertumbuhan tanaman. Terlalu berlebih memberikan pupuk ber kadar N tinggi akan menyebabkan tanaman dan buah cabe rawan terhadap penyakit patek. Pemberian pupuk dengan kandungan K dan Calsium akan memperkuat buah dan daun.

4. Pengaturan Drainase yang Baik pada Tanaman Cabe
Pengaturan drainase dimulai sejak kita merencanakan untuk menanam cabe. Lahan yang akan ditanami cabe tidak serta merta dibuat bedengan-bedengan, namun sebaiknya dibuat got keliling terlebih dulu. Hal ini dimaksudkan supaya apabila turun hujan, mudah untuk mengalirkan kelebihan air keluar dari lahan.

Hal yang harus diingat ialah bahwa drainase yang buruk menyebabkan penyakit tanaman mudah sekali berkembang.

Apabila tanaman cabe yang kita telah menunjukkan tanda-tanda serangan penyakit patek, tetap lakukan upaya preventif (upaya pencegahan) seperti yang telah disebutkan diatas, segera selamatkan buah cabe yang sehat dan lakukan penyemprotan dengan fungisida yang tepat.

Penyelamatan buah cabai yang sehat dilakukan dengan memetik semua cabe yang terserang baik intensitas serangannya masih baru ataupun yang telah parah. Cabe hasil petikan yang terserang patek sebaiknya dibuang atau dibakar di tempat yang jauh dari tempat budidaya cabe. Jangan coba-coba menghanyutkan cabe yang terserang patek ke saluran irigasi atau sungai sebab justru akan memperluas serangan patek.

Penyakit Patek tak akan hilang dalam sekali semprot fungisida. Satu hari sesudah penyemprotan pertama, perlu dilihat dan diambil lagi cabe yang masih terkena patek  dan lakukan penyemprotan ulang dengan selang waktu 3-4 hari dari waktu penyemprotan sebelumnya.

Satu lagi hal terakhir yang mau saya sampaikan disini. Harus anda ingat, dengan intensifnya penyemprotan yang dilakukan apabila terserang, anda bisa dibayangkan residu obat kimia dalam cabe. Maka dari itu pencegahan menjadi terbaik agar mendapatkan panen yang baik tanpa terancam oleh bahaya residu obat kimia dalam makanan kita.

Demikian Cara Praktis Mengatasi Penyakit Patek Pada Semua Jenis Cabe. Semoga bermanfaat dalam dunia pertanian.
Share:

Cara Praktis Membasmi Hama Dengan Bahan Alami Pada Tanaman.


Pada kesempatan ini, kami berbagi artikel bidang pertanian yaitu Cara Praktis Membasmi Hama Dengan Bahan Alami Pada Tanaman.

Memelihara tanaman memang merupakan hal yang menyenangkan. Apalagi dengan berbagai jenis dan bentuknya yang membuat pekarangan serta rumah Anda semakin enak dipandang mata.

Hama adalah hewan atau tumbuhan yang merugikan manusia atau masalah pada manusia termasuk untuk urusan tanaman, ternak, dan kehutanan. Istilah ini juga digunakan untuk organisme yang menyebabkan gangguan dan kerusakan di rumah.

Hama juga bisa diidentifikasikan sebagai penyakit atau epidemi yang mematikan, khususnya wabah. Dalam arti luasnya, hama adalah perusak dalam banyak industri kemanusiaan. Hama juga seringkali merusak tanaman Anda dan menghancurkannya.

Dengan bentuknya yang tidak terlihat, hama dapat dengan mudahnya menggerogoti tanaman Anda. Tak ingin hal ini berlangsung terus menerus dan menghilangkan semua tanaman yang ada dirumah Anda kan?

Maka dari itu langsung saja simak bagaimana caranya membasmi hama dengan bahan natural nan alami yang banyak tersedia di rumah Anda. Dijamin perusak ini akan langsung hilang dan tak akan kembali lagi.

Berikut Cara Praktis Membasmi Hama Dengan Bahan Alami Pada Tanaman:
1. Semprotan Bawang Putih
Bawang putih terkenal karena aromanya yang menyengat, yang lezat bagi sebagian orang dan aroma kuat inilah yang berperan ketika digunakan sebagai insektisida alami.

Bahan-bahan dapur umum ini dapat digunakan untuk mengusir atau bahkan melumpuhkan, serangan hama di kebun. 

Untuk membuat semprotan bawang putih, ambil 2 umbi bawang putih utuh (bukan hanya 2 siung) dan haluskan dalam blender atau food processor dengan sedikit air.

Biarkan campuran itu dalam semalam, lalu saring ke dalam stoples liter, tambahkan 1/2 cangkir minyak sayur (opsional), 1 sendok teh sabun cair ringan, dan cukup air untuk mengisi stoples. 

Jika Anda ingin menggunakan insektisida buatan rumah ini, gunakan 1 cangkir campuran bahan tadi dengan 1 liter air dan semprotkan dengan bebas pada tanaman yang terinfeksi hama.

2. Insektisida dari Minyak
Insektisida buatan sendiri yang terbuat dari minyak nabati yang dicampur dengan sabun ringan (seperti sabun pencuci piring) dapat berdampak buruk pada hama tertentu, seperti kutu daun, tungau, ulat bulu, dll.

Untuk membuat semprotan insektisida dari minyak, campur 1 cangkir minyak sayur dengan 1 sendok makan sabun (tutup dan kocok sampai tercampur), dan ketika siap digunakan, tambahkan 2 sendok teh campuran semprotan minyak tadi dengan 1 liter air, kocok merata, dan semprotkan langsung pada permukaan tanaman yang sedang dipengaruhi oleh hama.

Minyak dapat melapisi tubuh serangga yang secara efektif membunuh mereka, karena menghalangi pori-pori pernafasan yang biasa digunakan untuk menghirup udara.

3. Semprotan Sabun Anti Hama
Pestisida buatan sendiri yang sangat mirip dengan semprotan minyak adalah semprotan sabun, yang juga efektif untuk mengendalikan tungau, kutu daun, lalat, kumbang, dan serangga kecil lapar lainnya.

Untuk membuat insektisida semprotan sabun, campurkan 1 1/2 sendok teh sabun cair ringan dengan 1 liter air, dan semprotkan campuran tersebut langsung pada permukaan tanaman yang terinfeksi.

Insektisida semprotan sabun bekerja dengan cara yang mirip dengan pestisida semprotan minyak, dan dapat diterapkan seperlunya (tidak dianjurkan untuk menerapkan bahan ini pada bagian yang terik di siang hari yang panas, melainkan di gunakan malam hari atau pagi hari).

4. Insektisida Minyak Nimba
Minyak yang diekstrak dari biji pohon Mimba adalah insektisida alami yang kuat, mampu mengganggu siklus hidup serangga di semua tahap (dewasa, larva, dan telur), menjadikannya sumber daya pembersih hama yang hebat bagi tukang kebun organik.

Minyak Mimba bertindak sebagai pengganggu hormon dan sebagai "antifeedant" untuk serangga yang memakan daun dan bagian tanaman lainnya.

Minyak Mimba dapat terbiodegradasi dan tidak beracun bagi hewan peliharaan, burung, ikan, dan margasatwa lainnya, dan efektif terhadap berbagai hama serangga taman, serta menjadi fungisida alami yang dapat memerangi jamur bubuk dan infeksi jamur lainnya pada tanaman.

Ini dapat ditemukan di banyak toko taman atau pasar makanan alami. Untuk menggunakan minyak nimba sebagai insektisida, baik ikuti instruksi pada botol, atau mulai dengan campuran dasar 2 sendok teh nimba minyak dan 1 sendok teh sabun cair ringan dikocok secara menyeluruh dengan 1 liter air, dan kemudian disemprotkan pada tanaman yang terkena hama.

Minyak nimba juga dapat digunakan sebagai pencegahan dengan menyemprotkan daun tanaman yang sering dirusak oleh hama, sebelum mereka benar-benar terinfestasi.

5. Tanah Diatom Sebagai Pestisida Alami
Zat alami ini dengan nama yang agak berat terbuat dari batuan sedimen yang dibuat oleh fosil ganggang (diatom), dan yang merupakan sumber daya yang cukup melimpah (bumi diatom dikatakan mencapai 26% dari kerak bumi menurut beratnya).

Tanah diatom memiliki sejumlah kegunaan di dalam dan sekitar rumah, dan bertindak sebagai insektisida alami hanyalah salah satunya. Bahan ini bekerja bukan dengan meracuni atau membekap serangga, tetapi karena sifatnya yang abrasif dan afinitasinya untuk menyerap lipid (zat berlilin) ​​dari exoskeleton serangga, yang kemudian menyebabkan mereka dehidrasi hingga mati. 

Untuk mengaplikasikannya, cukup bersihkan tanah di sekitar tanaman Anda, atau bahkan taburkan pada dedaunan, di mana ia akan membantu mengendalikan siput serta serangga merangkak lainnya. Karena sifatnya yang kering, agar menjadi pestisida alami yang efektif, tanah diatom perlu diterapkan kembali setelah setiap hujan.

6. Semprotan Insektisida Dari Lada dan Cabai 
Mirip dengan semprotan bawang putih, semprotan cabai adalah obat nyamuk alami buatan sendiri yang hebat yang dapat digunakan untuk berbagai hama berbeda. Semprotan ini dapat dibuat dari cabai segar atau bubuk lada.

Untuk membuat semprotan cabai dan bubuk lada, campur 1 sendok makan bubuk cabai dengan 1 liter air dan beberapa tetes sabun cair ringan. Campuran ini dapat digunakan pada daun tanaman yang terkena hama. Untuk membuat cabai semprot dari cabai segar, haluskan atau haluskan 1/2 cangkir paprika dengan 1 cangkir air, lalu tambahkan 1 liter air dan didihkan.

Diamkan hingga dingin, lalu saring bahan cabai, tambahkan beberapa tetes sabun cair ke dalamnya dan semprotkan sesuai keinginan. (Perhatian: Cabai pedas bisa berbahaya bagi manusia, jadi pastikan untuk mengenakan sarung tangan saat memegangnya, dan jauhkan semprotan yang membuatnya jauh dari mata, hidung, dan mulut.)

7. Daun Tomat Sebagai Insektisida Alami
Tanaman tomat mengandung alkaloid, yang secara tepat dapat mengendalikan kutu daun dan serangga lainnya. Untuk membuat semprotan daun tomat untuk insektisida alami, potong 2 cangkir daun tomat segar (yang dapat diambil dari bagian bawah tanaman) menjadi 1 liter air, dan biarkan bekerja semalaman. Saring bahan tanaman dan semprotkan ke dedaunan tanaman.

8. Citrus Sebagai Pembasmi Hama
Minyak esensial lemon dan jeruk adalah pencegah hama yang hebat. Buat semprotan pencegah hama alami dengan menggabungkan 5 tetes minyak esensial, 5 tetes sabun, dan 1 liter air. Tempatkan lemon atau kulit jeruk di lemari, di rak buku, dan tempat-tempat lain di mana hama suka mengintai. Kulit lemon juga dianggap efektif untuk mengusir ngengat di lemari.

9. Minyak Esensial Peppermint
Minyak atsiri dan daun mint kering akan membantu melawan sebagian besar hama rumah tangga, terutama semut. Campurkan 10-15 tetes minyak esensial peppermint dengan 1 gelas air dalam botol semprot. Kocok dan semprotkan di celah atau di mana pun semut terlihat.

Demikian Cara Praktis Membasmi Hama Dengan Bahan Alami Pada Tanaman. Semoga bermanfaat dalam dunia pertanian.
Share:

Hari/Tanggal

ALIH BAHASA

Daftar Isi