Situs Kampung KB dan Pendidikan Indonesia

Selamat datang di situs Kampung KB "Tumbuh Jaya" Desa Tumbuh Mulia Kecamatan Suralaga Lombok Timur NTB. Situs ini berisi 8 pokja Kampung KB seperti Pokja Pendidikan, Keagamaan, Sosial dan Budaya, Ekonomi, Kesehatan Refreduksi, Lingkungan, Perlindungan dan Kasih Sayang. Selain itu juga, berisi tentang administrasi pendidikan seperti Ruang Guru, Materi K13, Aplikasi K13, Program Kerja, Soal Ujian, Artikel Islam, Hiburan dan Katagori yang meliputi pertanian, peternakan dan perikanan. Semoga situs ini bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat menuju Indonesia sejahtera.
  • Arsip Kampung KB Tumbuh Jaya

    Photo Bersama Pengurus Kampung KB Tumbuh Jaya

  • Lomba Kampung BK

    Dokumentasi penyerahan hadiah juara 1 lomba Kampung KB sekabupaten Lombok Timur di Joben Desa Pesanggarahan kecamatan Montong Gading (Sabtu, 22 Juni 2019).

  • Dokumentasi penyerahan hadiah juara 1 lomba Kampung KB sekabupaten Lombok Timur di Joben Desa Pesanggarahan kecamatan Montong Gading (Sabtu, 22 Juni 2019).

Panduan Matsama Tingkat MA/SMA/SMK Tahun Pelajaran 2020/2021.


Pada kesempatan ini kami berbagi artikel Panduan Pelaksanaan Matsama Tingkat MA/SMA/SMK Tahun Pelajaran 2020/2021.

Matsama merupakan akronim dari Masa Ta’aruf Siswa Madrasah yang merupakan kegiatan pengenalan lingkungan madrasah/sekolah pada awal tahun ajaran baru di tingkat MI, MTs, dan MA. Kegiatan Matsama sebelumnya lebih dikenal dengan MOS (Masa Orientasi Siswa) MOPD (Masa Orientasi Peserta Didik) MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).

Tujuannya sebagai referensi bagi pendidik dan peserta didik dalam melaksanakan pengenalan sekolah/madrasah atau Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (Matsama) Tingkat MA/SMA/SMK Tahun Pelajaran 2020/2021.

Dalam menyambut tahun Tahun Pelajaran baru 2019/2020 akan segera di mulai. Seperti biasanya, pada awal-awal hari masuk sekolah, khusus untuk peserta didik baru diadakan pengenalan/orientasi sekolah. Dalam dunia Madrasah, hal tersebut dinamakanMasa Ta'aruf Siswa Madrasah atau Matsama.

Matsama ini bertujuan sebagai saran perkenalan/ta’aruf bagi para peserta didik baru seputar lingkungan Madrasah yang menjadi tempat belajar barunya.

Panduan Pelaksanaan Matsama Tingkat MA/SMA/SMK Tahun Pelajaran 2020/2021

Kegiatan Matsama haruslah bersifat edukatif, kreatif, bermanfaat serta menyenangkan. Sehingga para peserta didik baru merasa nyaman selama mengikuti aktivitas Matsama.

Supaya kegiatan Matsama berjalan dengan baik, Madrasah harus mengikuti pedoman yang sudah ditentukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Islam. Jangan sampai dilakukan secara sembarangan yang bisa melenceng dari pedoman yang ada.
Berikut ini kami sampai ringkasan Juknis Matsama Terbaru agar kegiatan Matsama berjalan sesuai dengan aturan yang ada.

A. Tujuan dari Matsama
Tujuan dari kegiatan Matsama adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengenali potensi diri para peserta didik baru
  2. Untuk mengenalkan peserta didik baru seputar lingkungan madrasah
  3. Untuk mendorong peserta didik baru agar bersikap proaktif dalam mengenali semua civitas akademika madrasah, sehingga muncul perasaan lebih nyaman, nyaman dan tercipta rasa persaudaraan yang baik
  4. Untuk mendorong peserta didik baru supaya memulai kebiasaan belajar secara bersama, berkelompok melalui kegiatan diskusi
  5. Untuk memotivasi para peserta didik baru supaya merasa bangga terhadap madrasah yang ia pilih sehingga nantinya bisa memahami dan menjalankan berbagai aturan madrasah baru dengan sangat baik
  6. Untuk menyadari mengenai pentingnya menjaga nama baik dan juga memberikan kontribusi positif baik secara internal ataupun eksternal terhadap almamaternya
  7. Untuk memberikan kesan positif dan menyenangkan kepada para peserta didik baru mengenai lingkungan madrasah barunya
  8. Untuk menumbuhkan perilaku positif yang meliputi kemandirian,kejujuran, aling menghargai, kedisiplinan, menghormati keanekaragaman dan persatuan, hidup bersih dan sehat guna mewujudkan peserta didik yang mempunyai nilai integritas, semangat gotong royong dan juga etos kerja.


B. Waktu Pelaksanaan  Kegiatan Matsama

Aturan Waktu Pelaksanaan  Kegiatan Matsama adalah sebagai berikut:

  1. Matsama untuk para peserta didik baru diselenggarakan pada minggu pertama di awal tahun pelajaran baru pada hari sekolah dan juga jam pelajaran
  2. Pengecualian mengenai jangka waktu pelaksanaan kegiatan Matsama seperti yang bisa diberikan kepada madrasah yang memiliki asrama dengan terlebih dulu melaporkannya kepada pihak Kantor Kementerian Agama (Kemenag) di tingkat Kabupaten/Kota setempat atau Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi yang sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

C. Tanggungjawab Kegiatan Matsama
Adapun pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam kegiatan Matsama adalah sebagai berikut:
  1. Kepala Madrasah mempunyai jawab penuh terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, dan juga evaluasi kegiatan Matsama
  2. Perencanaan Matsama harus disampaikan oleh pihak Madrasah kepada para orang tua/wali ketika melaporkan diri sebagai peserta didik baru
  3. Kegiatan Matsama wajib berisikan berbagai aktivitas yang bermanfaat, bersifat kreatif, edukatif, dan juga menyenangkan.

D. Ketentuan Pelaksanaan Kegiatan Matsama
Kegiatan Matsama harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini:
  1. Tahap perencanaan dan juga penyelenggaraan kegiatan Matsama hanyalah menjadi hak guru Madrasah
  2. Dilarang melibatkan para peserta didik senior/kakak kelasnya atau juga para alumni sebagai penyelenggara kegiatan Matsama
  3. Matsama dilaksanakan di lingkungan Madrasah kecuali apabila madrasah tersebut tidak mempunyai fasilitas yang memadai
  4. Dalam Matsama wajib melaksanakan berbagai kegiatan yang bersifat edukatif
  5. Kegiatan Matsama dilarang mengandunf sifat perpeloncoan atau berbagai tindakan kekerasan lainnya
  6. Wajib mempergunakan pakaian yang sesuai, menutup aurat, rapih, longgar (pakaian yang tidak membentuk tubuh) dan juga tidak transparan
  7. Selalu membiasakan budaya untuk salam jika bertemu dengan seorang atau sekelompok orang
  8. Melakukan semua kegiatan keseharian  sepertu ibadah, olah raga, rangkaian acara/kegiatan, dan lain sebagainya
  9. Menaati berbagai peraturan dan juga tata tertib yang berlaku di lingkungan Madrasah
  10. Para peserta didik memakai tanda pengenal
  11. Selalu menjunjung tinggi nilai dan juga norma yang berlaku di Madrasah tersebut
  12. Dilarang memberi tugas kepada para peserta didik baru yang berupa kegiatan ataupun menggunakan berbagai atribut yang tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran para peserta didik
  13. Bisa melibatkan para tenaga kependidikan yang berhubungan dengan materi kegiatan Matsama
  14. Dilarang melaksanakan berbagai bentuk pungutan biaya apapun.

Pelaksanaan kegiatan Matsama yang dilakukan oleh guru pada jenjang pendidikan MI, MTs dan MA bisa dibantu peserta didik jika mengalami keterbatasan jumlah guru atau bertujuan untuk efektivitas dan juga efisiensi penyelenggaraan Matsama.

Namun sekolah harus memenuhi beberapa syarat sebagai berikut ini:
  1. Peserta didik adalah pengurus OSIS atau Majelis Perwakilan Kelas (MPK) yang jumlahnya paling banyak adalah 2 orang untuk setiap rombongan belajar
  2. Peserta tidak mempunyai kecenderungan berbagai sifat buruk  atau juga riwayat sebagai para pelaku tindak kekerasan.
Apabila Madrasah belum mempunyai pengurus OSIS/MPK, pihak madrasah bisa dibantu oleh peserta didik yang memenuhi syarat sebagai berikut :
  1. Peserta didik tidak mempunyaii kecenderungan sifat buruk dan juga riwayat sebagai seorang pelaku tindak kekerasan
  2. Peserta didik mempunyai prestasi akademik dan juga non akademik yang baik dengan dibuktikan dari nilai rapor dan juga penghargaan non akademik atau mempunyai kemampuan dalam bidang manajerial dan juga kepemimpinan dengan dibuktikan dari keikutsertaannya dalam berbagai aktivitas positif di dalam maupun di luar lingkungan Madrasah.

D. Sanksi
Sansksi yang diberikan atas pelanggaran selama kegiatan Matsma ialah:
  1. Pihak Madrasah memberi sanksi kepada peserta didik yang bertujuan dalam rangka untuk pembinaan yang berupa teguran tertulis dan juga tindakan lainnya yang bersifat edukatif.
  2. Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) tingkat Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama tingat Kabupaten/Kota setempet ataupun pengurus yayasan yang sesuai kewenangannya masing-masing memberi sanksi kepada kepala/wakil kepala madrasah yang berupa teguran secara tertulis, penundaan atau pengurangan terhadap haknya, pembebasan tugas, atau pemberhentian secara sementara/tetap dari jabatannya saat ini.
  3. Kepala Kanwil Kementerian Agama tingkat Provinsi atau Kepala Kantor Kementerian Agama tingkat Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan kewenangannya masing-masing memberi sanksi terhadap madrasah yang berupa pemberhentian bantuan yang berasal dari pemerintah.
  4. Menteri atau para pejabat yang ditunjuk untuk memberi sanksi kepada Madrasah yang berupa rekomendasi peninjauan level/tinkat akreditasi Madrasah dan juga pemberhentian atas bantuan yang berasal dari dari pemerintah.
Demikian Panduan Pelaksanaan Matsama Tingkat MA/SMA/SMK Tahun Pelajaran 2020/2021. Semoga bermanfaat. 
Share:

Materi Sejarah Kelas X: Bab I. Pengertian Dan Ruang Lingkup Ilmu Sejarah.


Pada kesempatan ini, kami berbagi artikel tentang Ringkasan Materi Sejarah Kelas X: Bab I.  Pengertian Dan Ruang Lingkup Ilmu Sejarah.

BAB I.  PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ILMU SEJARAH
1. PENGERTIAN SEJARAH

Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. 

Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. 

Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Geschichte yaitu sesuatu yang telah terjadi.
Beberapa definisi sejarah menurut para ahli :

1. JV. Briche, sejarah adalah : “ It is the record of what man has thought,said and done “.

2. Patrick Gardiner, mengatakan : “ History is the study of what human beings have done“.

3. Moh. Yamin, mengatakan bahwa : sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.

4. Koentowidjojo : Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu tentang apa yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan dan dialami manusia

5. Sartono Kartidirdjo : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau

6. Mohammad Ali : Sejarah adalah berbagai bentuk penggambaran tentang pengalaman kolektif di masa lampau

Kesimpulan: Sejarah merupakan rangkaian peristiwa masa lampau yang menyangkut kehidupan manusia setelah mengenal tulisan, sedangkan Ilmu Sejarah adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk manusia pada masa lampau setelah mengenal tulisan.

2. SEJARAH SEBAGAI PERISTIWA, KISAH, ILMU DAN SENI

Sejarah sebagai peristiwa berarti bahwa kejadian itu pernah ada dan benar-benar terjadi serta bisa dibuktikan secara ilmiah. Sedangkan sejarah sebagai Kisah, selain peristiwa itu ada, juga bisa dikisahkan atau bisa diceritakan kembali. 

Sejarah sebagai ilmu bahwa sejarah menggunakan metode analitis yaitu hasilnya harus dapat diverifikasi dan dapat disetujui atau ditolak oleh para ahli. 

Sementara sejarah sebagai seni mengandung arti bahwa dalam penyajian dari hasil penyelidikan itu disusun dalam suatu rangka tertentu sehingga dapat menarik perhatian orang dan dapat mempengaruhi sikap jiwanya.

3. PERIODISASI DAN KRONOLOGI

Periodisasi adalah penentuan pemenggalan kurun waktu yang akan diteliti dan didasarkan pada alasan-alasan tertentu yang rasionall dan ilmiah yang erat kaitannya dengan permasalahan yang hendak diteliti. Periodisasi Sejarah Indonesia yang lazim dipakai adalah : 

1. Jaman Prasejarah, membicarakan kehidupan manusia purba sebelum adanya tulisan. 

2. Jaman Kuno, membicarakan masa perkembangan agama dan kebudayaan Hindu-Budha. 

3. Jaman modern, yang berlangsung sejak masa perkembangan islam di Indonesia hingga kini. Kronologi merupakan urutan waktu yang tersusun sesuai dengan kejadian yang sebenarnya.

4. KEGUNAAN SEJARAH

Secara sederhana, Louis Gotschalk membagi kegunaan sejarah dalam 4 bagian yaitu :

1. Rekreatif, artinya dengan membaca atau mempelajari sejarah, kita seolah-olah dibawa berpetualang menembus dimensi ruang dan waktu. Tanpa beranjak dari tempat, kita dibawa oleh sejarah untuk menyaksikan peristiwa-peristiwa yang jauh dari kita yang mungkin saja kita tidak tahu tempatnya atau kita tidak pernah ikut menyaksikan kejadian tersebut.

2. Inspiratif, dalam hal ini suatu karya sejarah dapat memberikan inspirasi kepada para pembacanya atau yang mempelajarinya.

3. Instruktif, bermaksud memberikan pelajaran mengenai suatu keterampilan atau pengetahuan ( pengajaran ) tertentu misalnya pengetahuan tentang taktik perang.

4. Edukatif, berguna untuk mendapatkan kearifan dari masa lampau untuk melangkah ke masa depan. Contoh adanya slogan “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Menurut Travelyan belajar sejarah mempunyai 3 kegunaan antara lain : 

a. Ilmiah yaitu berupa pengumpulan fakta dan penyaringan bukti. 
b. Imajinatif yaitu menyeleksi dan mengkategorikan fakta yang telah dikumpulkan dan mengambil satu kesimpulan 
c. Sastra yaitu penyajian hasil ilmu dan daya angan dalam bentuk yang menarik.

Download juga:


Link...BANK SOAL UJIAN TAHUN 2019 SEMUA TINGKAT PENDIDIKAN

Demikian Ringkasan Materi Sejarah Kelas X Semester 1 Tingkat MA/SMA/SMK, semoga bermanfaat.
    Share:

    Materi Sejarah Kelas X: Bab II Dasar-Dasar Penelitian Sejarah.


    Pada kesempatan ini, kami berbagi artikel tentang Ringkasan Materi Sejarah  Kelas X:  Bab II  Dasar-Dasar  Penelitian  Sejarah.

    BAB II.  DASAR-DASAR  PENELITIAN  SEJARAH
    1. LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN SEJARAH

    1. Heuristik Merupakan kegiatan yang berkaitan dengan upaya mencari dan menemukan data-data mentah yang sesuai dengan tujuan dari penelitian.

    2. Verifikasi Dalam hal ini, peneliti melakukan penyeleksian data yang ditemukannya melalui proses pengujian terhadap data-data tersebut, baik dari segi materi maupun isinya. 

    Setelah data tersebut telah teruji kebenarannya maka akan dinilai apakah data-data tersebut relevan/sesuai dengan permasalahan yang hendak ditulis. Data yang telah teruji kebenarannya akan menjadi fakta sejarah.

    3. Interpretasi Adalah proses penafsiran dan merangkaikan unsur-unsur yang telah diperoleh dari tahap-tahap sebelumnya dengan tujuan untuk memperoleh kumpulan fakta yang memiliki arti dan menjadi dasar argumentasi/pendapat dari penulis sejarah.

    4. Historiografi Yaitu proses penulisan sejarah yang bertolak dari fakta-fakta yang telah teruji kebenarannya.

    B. SUMBER, BUKTI DAN FAKTA SEJARAH

    1. SUMBER SEJARAH

    Louis Gotschalk membagi sumber sejarah menjadi dua bagian yaitu sumber Primer merupakan kesaksian dari seorang saksi dengan mata dan kepalanya sendiri. Dan Sumber Sekunder merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan saksi pandangan mata atau yang tidak melihat secara langsung kejadian tersebut.

    Sementara itu Nugroho Notosusanto membagi sumber sejarah dalam 3 kategori yaitu : 
    a. Sumber Tertulis merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan tertulis seperti : Prasasti, Babad, Kronik, Dokumen, Arsip, Naskah dan Rekaman 

    b. Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari pelaku atau saksi dari suatu peristiwa yang terjadi pada masa lampau. 

    c. Sumber benda merupakan sumber yang diperoleh dari peninggalan purbakala seperti : candi, alat-alat, senjata, keraton, gua-gua dsb.

    2. BUKTI SEJARAH

    Merupakan segala peninggalan yang berkaitan dengan aktivitas manusia di masa lampau yang mungkin saja peninggalan itu masih dipergunakan oleh manusia pada masa kini. Contoh, istana kepresidenan dan teks proklamasi.

    3. FAKTA SEJARAH

    Merupakan data sejarah yang sudah diverifikasi dan diinterpretasikan oleh sejarawan kemudian dijadikan dalil, argumentasi atau dasar pemikiran untuk menulis sejarah.

    3. PRINSIP-PRINSIP DALAM PENELITIAN SEJARAH LISAN
    1. SUMBER BERITA DARI PELAKU SEJARAH

    Pelaku sejarah merupakan tokoh yang secara langsung mengalami suatu peristiwa yang terjadi namun perlu diingat bahwa keterangan para pelaku kadang bersifat subyektif karena keterangan tersebut benar menurut pelaku sendiri.

    2. SUMBER BERITA DARI SAKSI SEJARAH

    Saksi sejarah merupakan orang yang pernah melihat atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa dan bukan pelaku sejarah.

    3. TEMPAT PERISTIWA SEJARAH

    Untuk menentukan tempat atau lokasi peristiwa yang terjadi pada masa lampau diperlukan penafsiran-penafsiran yang matang, misalnya menentukan pusat pemerintahan Kerajaan Bima.

    4. LATAR BELAKANG MUNCULNYA PERISTIWA SEJARAH

    Latar belakang terjadinya suatu peristiwa menjadi penentu utama munculnya suatu peristiwa sejarah. Tanpa adanya latar belakang tidak mungkin terjadi peristiwa sejarah. Misalnya, terbunuhnya pangeran Frans Ferdinand menjadi latar belakang terjadinya Perang Dunia I.

    5. PENGARUH DAN AKIBAT DARI PERISTIWA SEJARAH

    Suatu peristiwa sejarah akan memberikan pengaruh dan akibat yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat jika peristiwa itu memang dicita-citakan oleh masyarakat yang bersangkutan, misalnya Proklamasi kemerdekaan Indonesia dan peristiwa jatuh bangunnnya kabinet di Indonesia.

    Download juga:

    Link...BANK SOAL UJIAN TAHUN 2019 SEMUA TINGKAT PENDIDIKAN
      Share:

      Materi Sejarah Kelas X: Bab III. Tradisi Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia Masa Pra Aksara Dan Masa Aksara.


      Pada kesempatan ini, kami berbagi artikel tentang Materi Sejarah  Kelas X: Bab  III. Tradisi Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia Masa Pra Aksara Dan Masa Aksara.

      BAB  III. TRADISI SEJARAH DALAM MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA DAN MASA AKSARA

      A. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA PRA AKSARA

      1. CARA MASYARAKAT MEWARISKAN MASA LALUNYA

      Dua cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat yang belum mengenal tulisan ( Pra aksara ) yaitu :

      a. Melalui keluarga Keluarga memiliki peranan yang penting dalam proses pewarisan budaya masa lalu karena kesempatan berinteraksi dalam keluarga lebih besar sehingga memudahkan orang tua menanamkan ide-ide dan menyampaikan informasi mengenai tatacara berprilaku dan adat istiadat serta kebiasaan keluarga yang benar pada anak.

      b. Melalui Masyarakat Masyarakat secara langsung atau tidak langsung memiliki cara tersendiri dalam mewariskan masa lalunya yaitu, yaitu melalui adat istiadat, pertunjukan hiburan dan kepercayaan masyarakat.

      2. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN

      a. Sistem kepercayaan 
      b. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial 
      c. Sistem mata pencaharian 
      d. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi) 
      e. Sistem Bahasa 
      f. Sistem kesenian 
      g. Ilmu Pengetahuan

      3. JEJAK SEJARAH INDONESIA

      a. Folklore
      Folklore merupakan adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun dan tidak dibukukan. Folklore Lisan : bahasa rakyat, teka-teki, puisi, cerita rakyat, Nyanyian rakyat. Folklore bukan lisan : Arsitektur rakyat, kerajinan tangan, pakaian, obat-obatan tradisional, perhiasan dsb.

      b. Mitologi Ilmu Kesusasteraan tentang dongeng kehidupan para dewa dan mahluk halus dalam suatu kebudayaan juga menceritakan tentang asal usul alam semesta, manusia dan bangsa yang diungkap secara ghaib.

      c. Legenda Merupakan cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa sejarah.

      d. Upacara Merupakan rangkaian kegiatan yang terikat oleh aturan tertentu berdasarkan adat istiadat dan agama ( kepercayaan ).

      e. Lagu daerah Merupakan lagu yang menggunakan bahasa daerah.

      B. TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA MASA AKSARA

      1. PERKEMBANGAN SEJARAH INDONESIA SETELAH MENGENAL TULISAN 

      a. Bidang politik ( Pemerintahan )
      Sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha sistem pemerintahan di Indonesia di pegang oleh kepala suku yang memerintah kelompok sukunya. 

      Setelah masuknya pengaruh Hindu-Budha maka pemerintahan kepala suku diubah menjadi pemerintahan yang berbentuk kerajaan yang dipegang oleh raja secara turun temurun.

      b. Bidang sosial
      Sebelum masuknya kebudayaan Hindu-Budha masyarakat Indonesia telah hidup teratur yang ditandai dengan kehidupan gotong royong.

      c. Bidang Budaya
      Sebelum orang-orang India datang ke Indonesia, masyarakat kita telah memiliki dasar kehidupan sendiri yang cukup tinggi ( kebudayaan asli ) dan terus berkembang secara terus menerus. 

      Setelah masuknya kebudayaan Hindu-Budha maka terjadilah perkembangan kebudayaan Indonesia seperti : 
      1. Tulisan Pallawa dan bahasa Sanskerta 
      2. Seni bangunan 
      3. Seni Rupa/lukis 
      4. Seni sastra 
      5. Kalender 

      d. Bidang Keagamaan Kepercayaan asli bangsa kita yaitu pemujaan terhadap Roh-roh leluhur/nenek moyang (Animisme) dan benda-benda (Dinamisme). 

      Setelah masuknya orang-orang India yang membawa kebudayaan Hindu dan Budha maka masyarakat kitapun mengenal agama tersebut tanpa menghilangkan kebudayaan aslinya.

      2. REKAMAN TERTULIS DALAM TRADISI SEJARAH

      a. Prasasti
      Merupakan rekaman tertulis yang menceritakan masa lampau yang pembuatannya berdasarkan perintah raja.

      b. Kitab
      Merupakan karya sastra para pujangga yang dijadikan petunjuk untuk menyingkap sebuah peristiwa sejarah yang muncul pada jaman Hindu Budha maupun Islam.

      c. Dokumen
      Merupakan surat berharga yang ditulis atau dicetak sehingga dapat dipakai untuk sebuah bukti atau keterangan.

      3. PERKEMBANGAN PENULISAN SEJARAH DI INDONESIA

      a. Masa Hindu – Budha dan islam
      Penulisan sejarah pada masa ini bersifat istana sentris yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja. Tujuannya agar generasi penerus mengetahui bahwa ada suatu peristiwa penting pada masa itu.

      b. Masa Kolonial
      Penulisan sejarah pada masa ini bertujuan untuk memperkokoh kekuasaan mereka di Indonesia dengan menyatakan bahwa status sosial mereka lebih tinggi dan setiap perlawanan rakyat Indonesia terhadap mereka dianggap sebagai pemberontak.

      c. Masa pergerakan Nasional
      Penulisan sejarah Pada masa ini bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah 

      d. Masa Kemerdekaan Penulisan pada masa ini berorientasi pada masa depan bangsa dan Negara Indonesia yang telah berhasil memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945.

      Download juga:


      Link...BANK SOAL UJIAN TAHUN 2019 SEMUA TINGKAT PENDIDIKAN
        Share:

        Tata Cara Sholat Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah


        Pada kesempatan ini kami berbagi Tata Cara Sholat Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah.

        Dengan kehadiran blog ini diharapkan bisa membantu dan memudahkan kita dalam pelaksanaan sholat idhul fitri secara berjama'ah bersama keluarga dirumah ditengah pandemi covid 19.

        Berikut Tata Cara Sholat Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah:

        1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

        2. Shalat dimulai dengan menyeru "ash-shalâta jâmi'ah", tanpa azan dan iqamah.

        3. Memulai dengan niat sholat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi: أُ َصِّيل ُسَّنًة لِعيِْد اْلِفْطر َرْكَعتَْي (َمأُْمْوًماإَماًما) للهتعالى

        "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi mak- mum/imam) karena Allah ta'ala."

        4. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.

        5. Membaca doa iftitah.

        6. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

        سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

        7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al Quran.

        8. Ruku', sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

        9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

        سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

        10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Al Quran.

        11. Ruku', sujud, dan seterusnya hingga salam.

        12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.
        Baca: Tata Cara Khutbah Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah.
        Demikian, semoga bermanfaat.
        Share:

        Contoh Naskah Khutbah Idhul fitri 1441 H (1 Lembar).


        Pada kesempatan ini kami berbagi Contoh Naskah Khutbah Idhul fitri 1441 H (1 Lembar) tentang Muhasabah Ditengah Covid 19.

        Dengan kehadiran blog ini diharapkan bisa membantu dan memudahkan para khatib untuk mencari teks khutbah dengan cepat dan mudah serta praktis ditengah covid 19 ini sebagai persiapan pelaksanaan sholat idhul fitri secara berjama'ah bersama keluarga dirumah. Salah satunya yaitu Muhasabah Ditengah Covid 19.

        Lihat...Khutbah Pertama

        Allahuakbar 3 X Walillahilhamd
        Jama'ah idul fitri dirumah saja rahimakumullah

        Mari kita semua meningkatkan takwa kepada Allah SWT, yaitu dengan menjalankan semua perintahnya dan menjahui larangannya.

        Pada hari kemenangan ini tak ada kata yang lebih indah, suci dan mulia yang patut kita ucapkan kecuali Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, “Barakallahu Fiikum", Semoga Allah menerima amalku dan amalmu”, “semoga Allah memberkahi kepada kalian”,

        Dengan berakhirnya bulan Ramadhan yang suci dan mulia ini, kita bermohon kepada Allah agar musibah virus corona yang melanda dunia akan berakhir, karena sudah lima bulan negara kita bahkan dunia, diuji oleh Allah dengan mewabahnya virus corona, sampai sekarang belum juga berakhir.
        Ini adalah ujian dan teguran bagi kita semua.

        Allahuakbar 3 X Walillahilhamd
        Jama'ah idul fitri dirumah saja rahimakumullah

        Selanjutnya bagaimana cara agar virus corona cepat berakahir ?

        Jawaban ada 2 cara: yaitu, cara Lahiriyah dan bathiniyah.

        A. Secara lahiriyah
        1. Jaga kebersihan lingkungan, seperti sering membersihkan lantai, meja, atau benda-benda lain di sekitar kita.

        2. Sering mencuci tangan dengan sabun, jika di kawatirkan kita memegang benda yang tekena cairan orang terinfeksi.

        Hal ini berdasarkan hasil penelitian para ahli kedokteran. Maka kita sebagai umat islam jangan sampai batal wuduk, jika wuduk batal sunnat wuduk kembali walaupun bukan mau shalat, karena berwuduk mengikuti sunnah rasul akan memberantas jenis kuman dan virus.

        Ditulis dalam buku Rasulullah sang dokter, yang ditulis oleh Prof.DR.Abdul Basith Muhammah Sayyid ada halaman 68.

        Bahwa ada 11 macam virus akan mati jika kita berwuduk dengan cara ISTINSYAQ ( menghirup air melaui hitung) dan ISTINSYAR (Mengeluarkan dengan tangan kiri).

        3. Usahakan memakai Masker dan sejenisnya karena virus ini masuk melelui tiga lobang, yaitu; hidung, mata, dan mulut.

        4. Usahakan bila minum air selau dalam keadaan hangat, berkumur dengan air garam, banyak memakan vitamin E dan C.
        Karena vitamin ini akan memperkuat daya tahan tubuh, yang sudah terinfeksi saja sudah banyak yang sudah sembuh , apa lagi yang belum terinfeksi.

        5. Hindari berkerumunan apa lagi bersentuhan langsung, di khawtirkan orang yang tersentuh dengan kita, dia sedang teinfeksi, dan jaga jarak 1,5 m.
        Logikanya jikalau 1,5 meter jika orang terinfeksi tersebut bersin atau batuk, maka cairan diperkirakan tidak akan sampai kepada orang disekitarnya.

        Allahuakbar 3 X Walillahilhamd
        Jama'ah idul fitri dirumah saja rahimakumullah

        B. Secara Bathiniyah
        1. Bertaubat atas segala dosa yang telah kita berbuat.
        Kita yakin ini masih teguran Allah untuk kita. Allah memerintahkan kita untuk segera bertaubat, firman Allah SWT, dalam QS. At-Tahrim ayat 8:

        Artinya: "Hai orang berimam bertaubatlah kalian kepada Allah , taubat yang sesungguhnya”.

        Ada 4 cara kita bertaubat:
           1). Menyesal atas semua perbuatan yang telah dilakukan
           2). Berjanji kepada Allah tidak akan mengulangi perbuatan buruk tersebut
           3). Minta ampun kepada Allah atas semua dosa
           4). Menggantikan perbuatan buruk dengan perbuatan baik.

        2. Banyak berzikir
        "Hasbunallah wanikmal wakil" ucapakan sebanyak banyaknya.

        3. Memakan makan yang halal dan thayibah

        4. Ikuti himbauan ulama dan umara’ kita, karena kita yakin mereka membuat aturan untuk menyelamatkan kita dari serangan virus corona.
        Perbanyak bersedekah karena sedekah dapat menolak bencana.

        5. Berdoa dan bertawakkal kepada Allah.

        Allahuakbar 3 X Walillahilhamd
        Jama'ah idul fitri dirumah saja rahimakumullah

        Demikianlah khutbah singkat pada kesempatan ini, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah puasa kita, bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan berikutnya serta semoga wabah Covid 19 ini cepat berlalu sehingga kita bisa melaksanakan sholat wajib dan sunnah lainnya di Masjid sebagaimana biasanya.

        بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِاْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

        Lihat...Khutbah Kedua

        Share:

        Tata Cara Khutbah Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah.


        Pada kesempatan ini kami berbagi Tata Cara Khutbah Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah.

        Dengan kehadiran blog ini diharapkan bisa membantu dan memudahkan kita dalam pelaksanaan sholat idhul fitri secara berjama'ah bersama keluarga dirumah ditengah pandemi covid 19.

        Khutbah 'Id hukumnya sunnah yang merupakan kesempurnaan sholat Idul Fitri. Khutbah 'Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

        Berikut Tata Cara Khutbah Idul Fitri Secara Berjama'ah Pasca Covid 19 Di Rumah:

        1. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

          a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali

          b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله

          c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد

          d. Berwasiat tentang takwa.

          e. Membaca ayat Al Quran

        2. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

          a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali

          b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله

          c. Shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد

          d. Berwasiat tentang takwa.   

          e. Mendoakan kaum muslimin.
        Lihat: Contoh Teks Khutbah Idhul fitri 1441 H (1 Lembar).
        Demikian, semoga bermanfaat.
        Share:

        Hari/Tanggal

        ALIH BAHASA

        Daftar Isi